Sebelum membahas lebih lanjut, Bang Gabut menyarankan kepada pembaca agar dapat membaca topik ini sampai selesai. Supaya tidak ada salah pemahaman mengenai judul dan isinya. Sehingga informasi dari yang Bang Gabut sampaikan, dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Baik, mari langsung saja kita mulai pembahasannya.
Dikutip dari hasil wawancara khusus salah satu stasiun televisi swasta. Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Eyang Habibie, bersama putra sulungnya Ilham Habibie menjelaskan mengenai beberapa perancangan pesawat R-80 karya anak bangsa itu yang merupakan proyek lanjutan dari pesawat N-250. Beliau pun menjelaskan, bahwa dana yang dikumpulkan untuk membangun pesawat tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai macam kalangan di Indonesia. Agar topiknya langsung kepada inti bahasan, Bang Gabut akan coba kerucutkan.
Dalam wawancara tersebut, ketika ditanya oleh seorang pewawancara dengan pertanyaan "Pak Habibie, kalau lihat beliau (Ilham Habibie) punya latar belakang pendidikan bisnis. Pak Habibie, saya ingat betul pada tahun 80-an dan 90-an selalu bertengkar dengan ekonom? Kemudian selalu seolah-olah ada blok ekonom dan teknokrat, yang kemudian dikomandani oleh Pak Habibie. Apakah dilandasi karena adanya perbedaan urusan pemahaman bisnis atau apa?".
Dengan lugasnya Eyang Habibie sebagai narasumber menjawab pertanyaan tersebut, "Bukan pemahaman bisnis, tetapi pemahaman lapangan kerja. Saya tidak bisa terima dengan pemerataan yang dijadikan sebagai pelayanan-pelayanan semua, gak mau. Dia harus sama seperti posisi saya. Nah itu letak perbedaannya."
Atas jawaban tersebut, Bang Gabut menjadi teringat dengan pernyataan seorang pendiri perusahaan Apple, Steve Jobs. Ia memiliki statement yang sama dengan Eyang Habibie mengenai para ahli ekonom yang hanya bisa dipekerjakan dibagian pelayanan. Bahkan ketika di awal-awal perusahaan Apple berjalan, Steve Jobs sempat bertengkar hebat dengan anggota dewan direksi bernama Mark Markulla yang merupakan seorang investor pertama di Apple. Ke-egoisan tentang pemahaman teknologi, menjadikannya sulit untuk diatur oleh sebagian besar anggota dewan direksi. Dengan sikapnya yang demikian, Steve Jobs sendiri di depak dari perusahaan yang dia dirikan sendiri itu, sebelum akhirnya diterima kembali.
Perbedaan pandangan yang dimiliki oleh seorang ahli ekonom dan para insinyur memanglah kerap kali terjadi. Bahkan hampir disetiap element penyelesaian pekerjaan yang membutuhkan komitmen tinggi. Satu keyakinan yang selalu dianut oleh para insinyur adalah para ahli ekonom itu tidak pernah benar-benar tau kondisi dilapangan, sehingga mereka tidak cocok untuk dijadikan sebagai pemangku kepentingan atau orang-orang yang dikasihkan kepercayaan untuk mengambil suatu keputusan dalam perusahaan.
Sementara, ahli ekonom mempunyai pandangan yang lebih luas mengenai penerapan dasar-dasar strategi bisnis yang akan dijadikan sebagai landasan dan arah tujuan perusahaan. Dalam etika bisnis, tentunya diperlukan perencanaan bisnis yang matang. Supaya para investor yang akan menanamkan modal kepada perusahaan tidak hanya mengetahui kualitas barang yang diproduksi saja, tetapi juga dapat mengetahui terlebih dahulu seberapa besar keuntungan deviden yang dapat mereka peroleh. Dan tentunya, pemahaman dasar ini yang sering kurang dipahami oleh para insinyur. Memang sudah bukan jadi rahasia umum, bahwa terkadang idealisme dan realitas sering berbenturan. Maka sudah seharusnya dalam menyelesaikan setiap masalah-masalah perlu adanya check and balanced, dan kerja sama dalam setiap element.
Sebagai penutup, di dalam wawancara tersebut Eyang Habibie kembali menjelaskan "Kenapa saya bisa berpikir begitu? Karena saya tidak pernah belajar ilmu ekonomi atau sosial politik. Saya belajar nilai tambah, menyelesaikan masalah-masalah yang kompleks, agar rakyat saya bisa berkembang".
Mohon maaf apabila banyak kesalahan dalam penulisan atau tata letak kata per-kata yang kurang enak untuk dibaca. Bang Gabut hanya merupakan seorang penulis amatiran yang sudah tentu perlu banyak dikoreksi. Yang salah pastilah tentu datang dari Bang Gabut, karena yang benar hanya datang dari Allah s.w.t... Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk teman-teman. Atas luangan waktunya, terimakasih sudah mampir :) Jangan lupa untuk komen dan share.

Komentar
Posting Komentar